Senin, 24 September 2012

Ijinkan aku,Tuhan

Tuhan..ijinkan aku menjadi hebat..
Ijinkan segala usahaku ini untuk menopang mereka..
Ijinkan "delapanratusribu" menjadi cukup untuk kami bertiga :)

Big effort

Berfikir lagi,mengeluh..betapa sering kulakukan.

Hari hari kedepan harus dilalui dgn effort yang lebih besar.
Lagi lagi soal keuangan..mengapa Tuhan,Manusia yang kau ciptakan dahulu sangat pintar hingga dapat menemukan "uang" dan konsep bisnis.

Eniwe..soal uang dan bekerja..
Boleh kan Tuhan kalau aku protes?
Aku belum cukup dewasa untuk berpikir masalah kebutuhan rumahtangga dan sebangsanya..tapi kenapa kau membuat aku ikut menanggung beban itu disaat aku bisa melihat dengan nyata teman temanku yang lain sedang menikmati "masa muda" mereka. Pergi nonton dan makan di Pizza Hut dengan tidak perlu susah payah mengeluarkan effort lebih untuk menikmatinya..
Mengapa soal SPP adikku dan menu makan bapakku yang ku khawatirkan?
Masih bingung dengan konsep keadilan yang kau ciptakan,Tuhan..

Dari hambaMu yang suka ngeluh ini :)

Senin, 17 September 2012

Crazy Things,right??

You r the one who cant be angry...

Semua berawal tanpa harus disadari, pertanyaan muncul tanpa bisa dijawab.
Disini aku hanya bisa bersyukur atas apa yang Dia kirimkan.
Kau telah membawa hati ini pada keramaian tanpa kusadari.
Sebuah opera yang tidak bisa diduga skenarionya.

Mengapa harus kamu yang berdiri disini, sesosok penuh cinta tanpa padam.
Mengapa harus aku yang berdiri disamping sosok itu, aku yang belum bisa sepenuhnya menerima.
Terimakasih untuk segala usaha itu, usaha meyakinkanku bahawa semua akan baik-baik saja bersamamu.
Aku tahu, usaha itu tulus dan berasal dari Puncak Everest.

Bukn nyaman yang kudapat darimu, namun sebuah keyakinan akan -benda bulat tak beraturan bernama- Cinta.

Belahan jiwaku, mungkin bukanlah kamu.
Ia adalah sosok yang selalu dapat membuatku nyaman, tertawa, dan menemukan solusi atas berbagai maslah yang kuhadapi denganmu.
Belahan jiwa adalah seorang nyaman yang tidak ditakdirkan untuk hidup bersama. Dia ada untuk mengisi celah kosong dalam hatimu dan memberikan bantalan yang empuk pada cintamu yang lain untuk bersandar dengan nyaman dan lama.
Dia adalah takdirku, kenyamananku ada padanya. Janganlah kau iri.

Hatiku yang berkata lain?
Bukan hatiku yang berkata lain. Akan tetapi lisanku.
Beribu hal tentangmu, membuatku bertanduk dan berada dalam lingkaran api.
Beribu hal tentangmu, membuatku bertindak seperti seorang guru yang mengoreksi pekerjaan muridnya.

Janganlah kau bertanduk dan merah...

Seorang sahabat yang kuanggap sebagai belahan jiwaku, tempat semua jawaan atas segala pertanyaanku, berujar "kau hanya ingin dia seperti apa yang kau mau, karena kau ingin kehidupanmu dengannya berlangsung panjang..."
Bukan berarti aku perfeksionis.

Jawaban atas segala acuh, marah, benciku adalah "karena aku ingin lama bersamamu, ketahuilah itu"

Aku yang selalu tersentak saat kau berkata, "APA AKU TIDAK BOLEH MARAH?"
Dan itu hanya berlangsung 2 atau 3 kali selama ku mengenalmu.
Sementara amarah dan kesalku selalu mendatangkan cinta berlebih untukmu.
Aku tidak tau rasa apa yang menyesak di jantung ini saat kau bertanya "kamu marah?yauda tenangin dulu,jangan marah :) "

I wish, you know the answer i always be mad...

Thanks for loving

Special thanks to : ASR, the "belahan jiwa"....will always miss the talks say :) 

Sebut AKU, PENANTANG

Emosi yang berkecamuk di hati sudah mereda..dan setidaknya kuku-kuku panjang ini telat dipangkas,tiada hasrat tersisa untuk mengoyak.

Salahkan aku,karena aku memang salah.
Jangan salahkan aku, karena bukan aku saja yang tidak punya RASA

Suatu masa saat lembaran elektronik ini kutulis dengan penuh perasaan "mature" tampaknya hanya fiktif belaka.
Yup,penulis itu tidak sedang ingin dewasa nampaknya untuk saat ini. Memanjakan emosi boleh saja satu dua kali..ya untuk saat ini, penulis itu sedang pada puncak menara merah bertanduk hitam dan berkobaran api.

"Sudah sering kukatakan toh!!!"
"Kenapa kalian nggak paham juga???kenapa masih diulang??"
"Kenapa kalian tidak memirikan perasaan orang lain?"

Bukan "kalian" atau "mereka", namun KAMU, ULAR!!
Entah sudah berapa tahun aku membencimu, entah berapa tahun harus aku bermuka manis layaknya buah beri...
Aku mungkin cemburu, kau telah berhasil merebut teman-temanku. Membuat mereka nyaman didekapmu.
Aku hanya curut kecil yang linglung dan hampir kena tabrak mobil karena terlalu sembarangan menyeberang jalan.

Aku cemburu, asal kau tau.
Berbeda akhirnya, bila manusia sepertimu tidak berperilaku seperti perilaku yang kau punya saat ini.
"KAMU SOK!"
You know? Kamu terlalu sok dalam segala hal sehingga terkadang aku harus bermuka tajam setajam durian montong dalam menghadapi bualan - sayur terong yang udah dua hari nggak dpanasin -mu.

Aku tidak pernah takut punya musuh, kalau musuhnya kamu.
Tapi aku sudah membuktikan dengan berlebihan kalau aku takut kehilangan temanku.
Takut doktrin bodohmu melekat erat di kepala mereka.

Aku pemicu konflik? JELAS!
Aku penantang? ups, tunggu dulu karena terkadang aku akan diam dan membiarkan kamu terpersok dalam kebodohanmu lebih dalam..
Dengan kata lain, aku adalah seorang PENJAHAT disini.

Selasa, 04 September 2012

Bunch of thanks

Terimakasih untuk waktu yang tidak pernah habis untuk memahami..
Terimakasih untuk perasaan yang grafiknya selalu meningkat..

Bunch of thanks,to you..
Thanks for loving and caring..