Tampilkan postingan dengan label To Work. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label To Work. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2012

MY DECISION, MY WAY

Apa? Ada temanku seangkatan yang sudah wisuda!!!
NGELABA ah mereka.
okay, galau sejadi-jadinya.
IPK belum cumlaude, (idealis banget yah), kerjaan masih belum settle.
NO GRADUATION WITHOUT SATISFACTION.

"Hey. I wanna pass my college lecture satisfactorily!!!"

Okay, what did I finally do?
1. KRS-an dan ambil matakuliah lagi di semester8. Dan tidak tanggung-tanggung. Ambil ah, 3-4 makul.
    Konsekuensinya: LARI! kejar A sebisa mungkin. Dont be straight A-oriented only sih, got the knowledge too, gamau kan jadi sarjana pahpoh?
2. Sebisa mungkin sambil cari bahan skripsi dan mulai semprop semester 8. 
    Usaha deh ya, biar skripsi kelar di awal semester 9.
    Thanks to my department's policy. Mahasiswa mau nulis skrispi sama mau lulus kapan aja, nggak usah repot liat jadwal akademik. Be so flexible.
3. Dongkrak BARGAINING POSITION di tempat kerja.
    Ini kudu dilakukan men, semester ini perkuat kepercayaan my boss to me. Biar semester berikutnya bisa ngrengek minta off agak banyak buat garap skripsi. yeayyy

Udah deh, agak menyimpang nih perilaku..nulis ini pas jam onduty..
Dear HRM, i'm into you.hahaaahahaaa

Good evening everyone
Good evening boy :)

Jumat, 29 Juni 2012

Inilah BEKERJA

Siang ini, seharusnya jadwal hidup saya adalah menyelesaikan tugas UAS take home (yang kemaren waktu anak-anak udah sampe kelas tapi ternyata dosen belum nyerahin soal ke panitia ujian…GEMANAA SEEH).


Seharusnya lagi, jadwal ini saya tepati dan laksanakan dengan tertib mengingat jam terbang (maksudnya jam terbang otak) saya sangat padat. Tapi ya karena tangan gatel ingin posting something ya, no choice,,I’ve to do.


Oya, tadi pagi saya ngantor lagi. Jadi gini, saya adalah seorang supervisor gerai, yah kalau bahasa lebih dewa nya lagi sih Store Manager. Tapi karena sebelum on duty saya harus melewati serangkaian training in house di kantor pusat Dagadu so, saya harus pergi ke kantor itu hampir setiap hari untuk beberapa hari ini. Yuup, I’m so fit with this kind of duty. Semoga saja di lapangannya besok kerja saya bisa lebih fun dari sekedar discuss dan merencanakan hal detail kegeraian dan kematangan frontliner gerai -yang saya pimpin- dengan Marketing Officer saya, Kakak Rini yang kemayu abis. Tapi saya akui kinerja dia sangat oke melalui program promo dobrakan Omus yang dia rancang. Saluuttt


Saya sudah pernah magang supervisor sebelumnya jadi sudah sebagian besar saya tau soal Teknis produksi, SiPandu dan Pos Gerai, pengkasiran. Jadi training dengan materi itu semua saya babat habis dengan cepat (karena keburu bosen). Sesi training bersama Pak Fafa adalah sesi yang paling yahuddd. Pak Babe Fafa ini adalah MarkeThink di Dagadu. He said a lot about non-material things.. I mean, beliau banyak mengeksplor soal softskill yang harus saya tancepkan pada diri saya besok.


Marketing is different with Selling.


Itu hal utama yang harus digarisbawahi. Dan saya mulai membuat rangkuman menurut pemikiran saya sendiri.
Marketing is about to build a curiosity, then Sales is making sure that the product sold.
Dalam hal ini, saya berada pada koridor sales, tapi tidak menutup kemungkinan kalau saya juga harus in charge di marketing. Pelajaran soal marketing sangat banyak eniwe saya tidak bisa menulis disini semua karena saya tetap ingin tugas take home saya selesai..xixiixi.


Share pengalaman aja kalik yah.. Selama saya melewati serangkaian kerja. Yah meski belum resmi punya meja kerja sendiri -karena pak tukang nya masih ngerjain itu gerai- tapi saya sudah banyak dilibatkan kedalam pembicaraan mengenai teknis gerai meliputi seragam frontliner, training frontliner hingga masalah urgent seperti sistem informasi dan account Sipandu, teknis komisi untuk rombongan, hingga decision untuk penggunaan mesin EDC. Huaarh, banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari hasil berkomunikasi dengan “mereka” atasan saya. Mereka dewasa, kreatif, solutif, dan yah mereka senior.


Kalo boleh dirangkum hasil pengamatan saya selama melakukan interaksi dengan BOSS, yang paling utama temukan hal terpenting soal 
“What does your boss want ?”


Setelah itu pertanyaan kamu ketemu jawabannya, let’s go to the next step. 
“Manage your boss’ expectation”. 


Hal ini sangat softskill kalo saya bilang. Keberhasilan kamu untuk me-manage ekspektasi mereka bergantung pada kemampuan kamu dalam memahami tujuan dari your jobdesc list. Kamu tau jobdesc dan melakukannya dengan baik, itu tidak cukup tapi mengertilah mengapa kamu diberi tanggungjawab itu. Dengan mengerti, maka kamu bisa me-manage keinginan atasan kamu dengan baik. Tanpa mereka menginstruksi kamu untuk meng-absorb complain komsumen, kamu sudah berinisiatif untuk itu karena memang kamu mengerti tujuan dari diperkerjakan kamu adalah untuk menganalisa hal itu juga (misal sih).
Mengahadapi bawahan..


Iyak, saya tidak hanya punya “atasan” tapi saya juga harus mengorganisir “bawahan”. Cukup khawatir bagaimana saya bisa membawahi mereka dengan baik? okay, belajar dari pengalaman kerja sebelumnya..
“Jangan khawatir untuk tidak disenangi orang asalkan saya melangkah pada rules yang benar”
Intinya hanya satu itu. Saya mencoba untuk mengembangkan prinsip kerja saya itu dengan threat:
1. Jangan lupa untuk memuji partner kerja. Pujian kecil atau dukungan dapat berupa tepukan hangat (apaapanih) di punggung mereka. Menghargai kinerja orang lain dapat melahirkan atmosphere kerja yang cooperative.
2. Jangan segan untuk menegur atau menyuruh (eem, saya lebih suka pakai kata meminta tolong). Ya kalik jadi pemimpin dan segan mau nyuruh bawahannya kacooo lah dunia. Berilah alasan atas teguran kamu dan biarkan mereka memberi alasan juga atas kesalahan mereka, dan berilah feedback atas apa yang kamu minta kerjakan dari dia serta beritahu tujuan kamu minta dia melakukan hal tersebut. Dengan meciptakan komunikasi dua arah meminimalkan timbulnya konflik akibat “suara” yang selalu terpendam.


Yup, finish..
Setidaknya itulah hal-hal yang harus saya jaga baik-baik selama saya kerja. Saya ingin melahirkan tim kecil yang solid dan bisa mendorong perusahaaan ini lebih melejit. Oke, saya akan melakukan itu..camkan!

Hey, keluarga kecil “Omus”, I come..and I’ll make it run faster and FASTER.

Senin, 18 Juni 2012

Opportunity Cost

Kerja disambi kuliah..
*upss,salah papih.

Yap. KULIAH SAMBI KERJA
Kamu wahai mahasiswa, harus merasakan hal ini.
Disaat Ujian Tengah Semester akan datang, biasanya dosen menambah panjang rentetan penderitaan kita dengan mengharus kita mengerjakan tugas kelompok.
Oke, no problem kalo soal tugasnya, but it's KELOMPOK.

Jadi kalo tugas kelompok itu kan kamu harus kerja bareng temen, koordinasi sama mereka, sebisa mungkin ketemu dong ya, kalo ndak gitu pasti adalah ya deadline barengan, ini dan itu...oh maaan, ini sangat repot.
Ya iyalah repot, saat kamu harus kerja, kuliah di kelas, ngerjain tugas individu, ngerjain tugas kelompok, nyempetin waktu kumpul kelompok walau hasilnya waste, prepare belajar buat UTS, ngurusin organisasi..serasa lagi kipas2 di neraka kan yah? se ampuh apa tangan kita kipas2 ttp ajaa panaaassss..

But, it's the risk, baby!!!
Jangan dipikir banget2 bu..
Kerja part time, adalah sesi dimana kamu bisa mengimplementasikan kemampuan non-akademis kamu, mengekspresikan kebebasan bereksperimenmu..
Kuliah, adalah kegiatan ...eeem...apa ya,,,eem.susah deh nulis deskripsi kuliah karena terlalu absurd buat saya.

Boleh kan ya cerita?
Saya adalah alumni Garda Depan Dagadu Djokdja.
Dan sekarang saya akan menjadi Supervisor Omus (salah satu sister brand nya Dagadu) per Juli ini, dan selama setahun kedepan.
Saya sangat menginginkan posisi ini sejak lama. Setelah saya belom keterima jadi Supervisor untuk brand Dagadu.
1. Karena jadwal kuliah saya sudah sangat selo, dan saya bisa bingung kelabakan kalo ndak ada kerjaan
2. Karena saya really need money untuk menyambung hidup dan kuliah saya,,(yang heran, makanya baca dong riwayat hidup saya!!!huurrhh)

Tapi tapi saya sangat takut saat saya dengar bahwa Pak Hadi said, "dan kami putuskan untuk simpan Tifa menjadi Supervisor Omus"
Goood, saya seneng..
Goood, upss kkn ku gmana  dong?

Mulai deh harus menggunakan opportunity cost.
1. Kalau saya nolak ini posisi = saya di blacklist di Dagadu kali yah..saya dapet duit darimana buat ngulang2 mata kuliah..saya bisa mati berdiri kaku karena bosen..kkn aman pastinya
2. Kalau saya lanjoooot = kkn nggak aman nih bau2nya..tapi saya bisa menyambung hidup dengan segala kesenangan dan tantangan di depan.

KKN= 3sks= 45hari= Rp 1.050.000
Apasih ini..?
Kata Mahendra (yang emang sejak awal agak sebel kalo aku kerja), "kamu harus tetep prioritaskan kkn.bisa2nya kamu milih kerja..nggak nggak"
Obrolan panjang ini itu telah terlewati,
Di sudut obrolan kadang saya merasa terpojokkan,jlebb.
Kadang dia juga ngerti kenapa saya harus kerja..
Terus gimana dong..

Ayo, jalan keluarnya adalah
1. Lobying Omus one more time untuk memberi dispensasi masa kkn.
2. Lobying temen kkn untuk memberi ridho saya kerja.
3. Yang ndak bisa di lobi : ORANG DESA DI TEMPAT KKN

Yang harus saya lakukan, alias resiko saya :
1. Dengan milih tetep lanjut kerja di masa KKN, berarti saya siap dihujat sama temen maupun warga
2. Dengan milih tetep kerja di masa KKN, berarti saya harus bisa aware sama jadwal spare di KKN untuk kabur ke OMUS dan baik2 sama orang Omus dan tetep lobi biar saya bisa berada di tempat KKN for a long time..


Tuhaaan, kau memberi ku kesenangan di waktu yang kurang tepat nih kalo aku boleh saran..
Tapi yah apa boleh buat, kau memberi dan aku menerimanya..
Aku minta bantuan ya Tuhan ya,,plisss..
I beg,,



Minggu, 13 Mei 2012

Berpacu

MATIK.BENER BENER MATIK!!!!
Ceroboh...
Bisabisanya aku salah jam padahal ini panggilan magang untuk pekerjaan impianku...
DAMN, kukira jam12. Ternyata jam9. Meeeen, aku berpacu dengan waktu, bus, mobil, asap, debu, dan lampu merah.. Keadaan kesehatan yang belum maksimal harus dipaksa utnuk bisa lari.

Dan, okeylah besok Senin saya akan magang. Dan saya takut. sangat takut.
Cik Au, kasir senior idolaku, sosok rajin, cheerful, berwibawa pasti punya sangat banyak modal untuk magang besok.
Sementara aku, effortku harus 5x lebih besar dari Cik Au. Okelah aku mulai pasrah, tapi tidak menutup kemungkinan aku harus berusaha SEBAIK MUNGKIN.

Pemirsa, (hahaaa)
Sedikit ngoss ngoss diawal untuk hasil memuaskan...
Saat kamu menganggap bahwa tidak ada lagi harapan didepan mata, bukan berarti kamu harus loyo dan pesimis.. Silakan pasrah, tapi tetaplah membuka ruang sedikit untuk semangat pada dirimu. Bila kamu hanya mampu membuat sedikit ruang itu, ya gapapa.. Karena semangat itu nular, ruang itu akan membesar seiring waktu, dan itu akan meningkatkan effortmu..TRUST ME.

"Saat aku mulai putus asa pada sesuatu, maka aku harus memuaskan diriku sendiri dengan usahaku, dengan begitu aku tidak akan kecewa"
(Tifahserius, 2012)

Sabtu, 12 Mei 2012

Sudah dipanggil :D

Finally, nanti siang jam 12 aku harus ke gerai Unit Gawat Dagadu untuk mengikuti briefing magang supervisor. Right, ini yang kutunggu....
Nantikan kisah seru magangku, di posting selanjutnya,,
Aku ingin kan ini..sangat ingin Tuhan,
Kau harus tau Tuhan, Ibuku sangat kesusahan, dan berikanlah jalan ini sebagai solusiku untuk meringankannya..
Ya Tuhan ya,,plisss....I beg,,

Jumat, 11 Mei 2012

Cepat Telepon Aku!!!

Menunggu, menunggu, daaan menunggu..
Apa-apaan ni? Masak aku nggak dipanggil-panggil magang juga.. Udah deh nih, feeling nggak enak, Kayanya nggak keterima.

Jadi begini,  tifah tidak bisa menghabiskan hidup terlalu lama tanpa ada pekerjaan.
Yaaaah, karena nggak ada kerjaan, blog ini lahirlah sudah.

Cepatlah teleponku berdering dan dipanggillah aku untuk magang Supervisor..plisss dong..
Kurang memohon gimana sih tampangku??? Ini udah yang paling MEMOHOOOOON.. Cepat telepon aku!!..